muri
Kabar Kampuang,

Tiga Rekor MURI Diraih Kabupaten Solok Selatan

PulangKampuang.com – Disamping keindahan alam, Kabupaten Solok Selatan menyimpan banyak potensi adat budaya, sejarah dan kuliner khas yang menjadi daya tarik pariwisata untuk daerah tersebut. Potensi-potensi tersebut saat ini sedang digiatkan untuk dikembangkan, untuk mendatangkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Dan diharapkan dengan pengembangan potensi tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama dalam hal perekonomian.

Salah satu kabupaten yang daerahnya cukup jauh dari ibu kota provinsi dan infrastruktur jalan dari ibu kota provinsi yang masih belum sempurna, tidak membuat pemerintah dan masyarakat serta perantau asal Solok Selatan menyerah atas keadaan. Walaupun sangat disayangkan, pada event International Tour De Singkarak kali ini, Kabupaten Solok Selatan tidak dilalui dikarenakan infrastuktur jalan dari Padang ke Solok Selatan yang kurang bagus.

Dalam usaha – usaha pengembangan wisata di Solok Selatan, ternyata ditemukan beberapa di antara-nya termasuk unik dan khas, yang tidak dimiliki oleh kawasan lain. Potensi inilah kemudian diangkat untuk dicatatkan ke dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Di awal bulan, tepatnya 3 Agustus 2016 yang lalu, usaha tersebut berbuah hasil. Kabupaten Solok Selatan mendapat anugerah penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas prestasi yang diraih oleh Kabupaten Solok Selatan serta usaha pemerintah dan masyarakat nya untuk menjaga dan melestarikan keunikan serta kekhasan yang dimiliki.

Adapun penghargaan yang di berikan oleh MURI adalah :

  1. Rekor No. 7514/R.MURI/VIII/2016 : Kawasan Yang Memiliki Rumah Gadang Dengan Jumlah Terbanyak, di anugerahkan kepada H. Muzni Zakaria, M Eng selaku Bupati Solok Selatan
  2. Rekor No. 7515/R.MURI/VIII/2016 : Rumah Gadang Terpanjang, dianugerahkan kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda & Olahraga Kabupaten Solok Selatan
  3. Rekor No. 7516/R.MURI/VIII/2016 : Lomba Memasak Pangek Pisang Oleh Peserta Terbanyak, dianugerahkan kepada H. Muzni Zakaria, M Eng selaku Bupati Solok Selatan

Kawasan rumah gadang yang jumlahnya banyak dalam satu kawasan tersebut dinamakan Saribu Rumah Gadang. Pada tahun 2011, kawasan ini dijadikan lokasi syuting film nasional yang berjudul ‘Dibawah Lindungan Ka’bah’. Keunikan dan keindahan dari arsitektur yang dimiliki oleh Rumah Gadang di Solok Selatan ini sangat khas sehingga konon juga di adopsi oleh Belanda dalam hiasan arsitektur bangunannya.

Sedangkan kuliner khas pangek pisang adalah terletak pada waktu muncul-nya. Pangek pisang ini merupakan hidangan wajib selain nasi ketika acara adat. Dan ini sudah merupakan warisan secara turun temurun dan di lestarikan hingga sekarang.

Tentunya, penghargaan yang di raih ini merupakan pemicu semangat bagi pemerintah daerah dan masyarakat serta melibatkan perantau untuk terus selalu menjaga dan melestarikan. Prestasi Solok Selatan diharapkan bisa menginspirasi daerah lain untuk tampil terdepan bersama budaya yang dilestarikan.

Reporter: Yosi Ohira

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave Comment


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.