IMG-20170422-WA0007-1
Berita, Kabar Kampuang,

Sajamba Makan, Sadulang Kanyang Basamo Tapian Nan Mudo

Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui, Bersama Dinas Kebudayaan Sumatera Barat   

PulangKampuang.com – Ado samo dimakan, kok indak samo dicari atau dalam arti bahasa indonesianya adalah ada sama dimakan, kalau tiada sama sama dicari. Sebuah slogan yang menunjukkan keberartian acara yang di laksanan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, dalam pembukaan Pameran Seni Rupa yang dilaksanakan di Taman Budaya Kota Padang, Kamis  (21/4). Taman Budaya kota Padang pada kamis Malam di ramaikan oleh acara  Pameran Seni Rupa yang bertemakan Sajamba Makan. Serta penampilan konser seni yang di usung oleh rumpun komunitas anak muda kota Padang, yaitu Tapian Nan mudo. Dalam acara ini diawali oleh peresmian dan pembukaan pameran Seni Rupa oleh kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Acara pameran puisi ini sebagai bentuk apresiasi dari Dinas Kebudayaan Sumatera Barat kepada para perupa-perupa dan seniman budaya. Tidak hanya dari daerah Sumatera Barat saja, namun juga turut menggandeng perupa dari Jogjakarta, dan Jakarta. Bapak Taufik Efendi, S.Pd.,MM Selaku kepala Dinas Kebudayaan Prov. Sumatera Barat didalam pidatonya mengungkapkan bahwa acara ini sebagai salah satu bentuk penyatuan dari perupa indonesia dengan budaya budaya yang berbeda namun dapat tertera dalam sebuah karya.

Dalam acara peresmian Pameran Seni Rupa ini terdapat 22 perupa yang hasil karyanya akan di pamerkan selama tanggal 20-27 April 2017. Bertempat di Taman Budaya Kota Padang, perupa yang diberi apresiasi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat ini diantaranya adalah 7 orang perupa dari Jakarta, 4 orang perupa dari Yogyakarta, 6 orang perupa dari Padang, 3 orang perupa dari Bukittinggi, satu orang perupa dari Solok dan satu orang perupa lagi dari Padang Panjang.  Tidak hanya pameran seni rupa, acara yang bertemakan “Sajamba Makan” ini juga akan di ramaikan dengan kegiatan diskusi bersama Dr. Rs. Hadjar Pamadhi, MA. Hons selaku Praktisi dan dosen Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 21 April 2017. Selanjutnya pada hari Sabtu, tanggal 22 April 2017 akan dilanjutkan dengan Workshop Seni Lukis di Galeri taman Budaya Sumatera Barat. Serta pada hari minggunya, 23 april 2017 akan di laksanakan melukis bersama dengan  tema “Panorama Alam Sumatera Barat”.

Acara peresmian pameran lukisan ini berlangsung sangat meriah karena turut menampilkan penampilan puisi dari beberapa perupa. Tambah lagi, kemeriahan acara di Taman Budaya menjadi semakin bertambah dengan adanya konser seni oleh Tapian Nan mudo. Sebuah Rumpun Komunitas anak muda kota padang dengan beranggotakan Komunitas Padang Puisi, Komunitas Padang Menulis serta Forum Indonesia Muda Regional Sumatera Barat. Panggung seni tapian Nan Mudo ini bertajuk malewa Kato, malega Puisi. Sebuah apresiasi bagi para musisi dan seniman untuk dapat menampilkan bakat nya di Taman Budaya pada setiap Kamis malam.

Acara konser seni yang diangkat oleh Tapian Nan Mudo ini juga bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Ini merupakan kali kedua bagi Tapian Nan Mudo mengangkat acara seni di Taman  Budaya Sumatera barat. Malewa kato, Malega Puisi, demikian tema yang angkat oleh Tapian Nan Mudo untuk memberikan apresiasi kepada pengrajin seni di Ranah Minang.

Malewa Kato,Malega Puisi menjadi program rutin yang akan tetap dilaksanakan oleh Tapian Nan Mudo di bawah kerjasama dengan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap malam kamis, atau 1 kali dalam seminggu. Pada kamis (20/4) Tapian Nan Mudo turut mengundang  Komunitas Stand Up Comedy Kota Padang, Bingkuang Galakk dan Komunitas Nusa Layaran Bandun dyang diwakili oleh  2 pemuda yang sudah melakukan perjalanan dari Bandung menuju Lubuk Linggau. Kalau melakukan perjalanan  untuk tujuan travelling memang sudah biasa. Namun, pemuda ini melakukan perjalanan bermodalkan 250 ribu rupiah saja. Tujuan perjalanan menjelajahi alam dengan berjalan kaki yang dilakukan oleh Kang Hilman dan Kang Kidung ini bukan hanya sekedar untuk melepas hobi, namun juga sebagai bentu himbuan bagi masyarakat untuk dapat menjaga dan melestarikan cagar alam.

Di dalam penampilannya, komunitas Nusa Layaran Bandung yang diwakili oleh kang Hilman dan Kang Kidung membawakan sebuah puisi  hasil karya dari perjalanannya mengelilingi Alam Sumatera dengan berjalan kaki. Tidak Hanya Nusa Layaran Bandung saja, kegiatan konser seni Malewa Kato Malega Puisi ini juga  dihebohkan dengan hadirnnya sosok uda Adel, Wonderer atau Petualang minang yang sudah mengelilingi Indonesia selama kurang lebih 4 tahun  dengan berjalan kaki, menumpang pada angkutan umum yang lewat dan hanya bermodalkan niat dan tekad untuk dapat menjelajahi beragam budaya yang ada di Indonesia.  “Indonesia ini  negara yang indah, keindahan dari beragam budaya yang sudah jalani membuat saya jatuh cinta dengan Indonesia”.

Sebagai pelengkap pada acara Melewa Kato Malega Puisi, komunitas Padang Puisi  dan Forum Indonesia Muda Sumatera Barat juga turut membacakan puisi yang  dibacakan oleh Aziz (KPP), Ino dan Alya (FIM Sumbar). Tidak hanya yang muda, yang sudah senior dan mahir dibidang sastra pun juga tak mau kalah, pernampilan Romantic Performance dari Empu Gondrong, pembacaan pantun minang dari Mak Katik, dan Mak Syarifuddin.  Sebagai penutup, komunitas Stand Up Comedy kota Padang, Bingkuang Galakkmenmberikan persembahan lawakan minang yang membuat semakin hangatnya kegiatann dari Tapian Nan Mudo. (Nurhayati Sari)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave Comment


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.