start-tour-de-singkarak
Kabar Kampuang,

Saatnya Pintar Memaknai Dampak Pelaksanaan TDS

Memasuki Agustus 2016, daerah kito Sumatera Barat menggelar kejuaraan balap sepeda resmi dari persatuan balap sepeda Internasional / UCI ( Union Cycliste Internasionale) dikelas 2.2 Asia Tour yaitu Tour de Singkarak. Kejuaraan ini merupakan kejuaraan yang diagendakan setahun sekali atas dasar perpaduan atraktif antara promosi pariwisata dan olahraga. Kejuaraan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan pada tahun ini diselenggarakan pada tanggal 6-14 agustus dengan melewati 8 rute yang berbeda, yaitu mencakup 16 kabupaten dan kota dengan total jarak tempuh 1102,7 km.

Masyarakat di kampuang terlihat antusias menyambut kedatangan para atlet sepeda yang tahun ini berjumlah 230 peserta, terbukti dari berbagai festival yang telah dilaksanakan sebelum hari-H menuai kesuksesan dalam pelaksanaannya seperti festival soto dan sate nusantara di Pantai Padang pada 3-4 agustus 2016, serta festival pangek pisang di Solok Selatan. Namun hal yang sangat disayangkan dari pengalaman pelaksanaan TDS yang berlalu adalah saat kegiatan TDS sedang berlangsung dibeberapa titik di kabupaten/kota yang dilalui oleh peserta TDS maka jalan yang akan dilewati peserta ditutup dalam beberapa jam. Hal ini menimbulkan keresahan bagi sebagian dunsanak kito yang melakukan mobilisasi dan beraktifitas. Tak jarang pada saat yang bersamaan maka bertebaran status – status atau komentar dari dunsanak yang bertebaran di sosial media yang menyampaikan kekesalannya sehubungan kegiatan yang berlangsung. Dalam hal ini kito dituntut untuk pintar memahami situasi yang sedang berlangsung, kito dapat menyesuaikan kegiatan kito dengan jadwal pelaksanaan event yang telah di unduh panitia di web resmi dengan kegiatan kito.

Dilain sisi Tour de Singkarak yang telah berlangsung selama delapan tahun terakhir memberikan banyak dampak positif terhadap provinsi sumatera barat yaitu berhasil mempopulerkan sumatera barat sebagai daerah tujuan wisata dengan suguhan objek wisata alam nan mempesona yang ditandai dengan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan dalam 4 tahun terakhir, TDS menjadi salah satu event balap sepeda yang bergengsi dan terfavorit di asia, menjadi magnet yang luar biasa bagi kalangan media massa lokal, domestik, maupun internasional, serta TDS menjadi peringkat ke-5 event balap sepeda dengan jumlah penonton terbanyak.

Dalam hal ini saatnya dunsanak memanfaatkan pelaksanaan TDS dengan cara memanfaatkan efek positif dari pelaksanaan TDS ini. Tidak hanya menganggap hura-hura sesaat, tetapi mulai menggeliatkan berbagai kegiatan entrepreneur ditengah masyarakat. Jika hal ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya diharapkan mampu meningkatkan geliat perekonomian dan peningkatan kunjungan pariwisata di Sumatera Barat kedepannya.

Diolah dari tourdesingkarak.id

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave Comment


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.